Sudah sangat nampak kalau sebagian besar komunitas anime baik di indonesia maupun luar negeri di isi oleh kaum berbatang, sebagian besar anime juga di buat unutuk memuaskan hasrat kaum batang-batangan.

bukan berarti anime untuk cewek itu tidak ada, ada kok, hanya saja dari segi kuantitas jelas kalah jauh sama anime untuk cowok (batang).

segala bentuk aksesoris anime dan manga juga target pasarnya untuk cowok, mulai dari action figure, dakimakura, kaos dan sebagainya, berbagai event anime juga sebagain besar dihadiri oleh cowok (batang).

terus…  partisipasi kaum cewek dimana? komunitas pecinta anime untuk cewek tergolong kecil, baik dari jumlah maupun konten yang ditujukan untuknya, maka dari itu, masyarakat menilai kalau anime dan segala rupa temannya itu ditujukan untuk cowok (batang), kesenjangan inilah yang membuat cewek seringkali dianggap tabu jika menjadi otaku.

tapi… apa memang benar begitu? tentu saja tidak!, setiap orang berhak memilih hal yang disukainya untuk ditekuni sebagai hobi ataupun jika kawan memang niat, jadikanlah keotakuanmu sebagai pekerjaan.

tidak peduli apapun gendermu, selama hal itu berdampak baik bagi kamu, saya pikir itu oke oke saja… tapi ingat, jika kamu memiliki hobi yang tidak umum, tolong jangan dipamerkan, seakan-akan merasa kalau kamu itu bangga dengan segala kewibuanmu, plis NO! (bagian ini untuk semua para pecinta anime ya, bukan cewek saja oke?)

balik lagi ke cewek, meskipun dari jumlah mereka itu sedikit, namun dari segi kefanatikan dan loyalitas jelas tiada tara, apalagi untuk tingkatan yang sedikit melenceng dari norma sosial yaitu “fujoshi” fujoshi itu apa sih? oke ya, bagi yang belum tau, menurut wikipedia fujoshi adalah istilah Jepang yang digunakan untuk menyebut penggemar wanita manga dan novel yang menampilkan hubungan romantis antara laki-laki atau hubungan erotis antara laki-laki. Fujoshi menikmati untuk membayangkan karakter laki-laki dari manga dan anime saling mencintai.

mungkin dari sisi cowok lebih populer/mendingan dengan yang namanya “yuri” wah,.. apa lagi nih? yaah intinya yuri itu kebalikannya yang tadi itu.

apakah ini berarti kalau otaku cewek tidak tertarik pada cowok? No, no…bukan karena mereka ga laku. Tapi mereka terlalu ‘sibuk’ ama hobinya, sampe-sampe mereka ga nyadar kalo di sekitar mereka sebenernya banyak cowok yang naksir mereka (mungkin). Kalaupun mereka ngeliat cowok ganteng, mereka ga akan munafik ngatain cowok ganteng itu jelek. Mereka jujur, tapi mereka masih aja keinget karakter favorit anime mereka. Apalagi cewek nijikon.

dan biasanya Kalo cewek otaku kenalan sama cewek yang suka sama anime, biasanya jingrak jingkrak sendiri :v serasa dunia milik berdue manteb jiwe dan rage :v

( ye gitu pas kenalan nanyain anime favoritnya apa, husbu lu siapa, klo ada yg sama kesukaan anime ato husbunya ngomongnya suka di jerit jeritin :v )

dari segala penjelasan di atas, bisa ditari kesimpulan bahwa:

Cewek otaku lebih unik ketimbang cowok otaku ternyata!