Dalam anime, hampir semua karakter selalu diperankan anak kecil maupun remaja yang membuat peran orangtua terkesan tidak mampu untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Evangelion, Pokemon, hingga Detective Conan pun menggunakan anak kecil sebagai karakter utama didalamnya.

Tentu saja hal ini nyaris mustahilun terjadi di dunia nyata yang busuk ini, tapi begitulah kenyataannya, saya terkadang terheran-heran dengan orang tua yang membiarkan anaknya terlibat dalam sebuah misi besar seperti: menyelamatkan dunia misalnya (sangad maestream coeg) dan orang tua hanya jadi pengamat di belakang layar, kan kampret

Apa yang Terjadi?

Peran anak dan remaja yang sangat berpengaruh bagi jalanya sebuah kasus (biasanya mengemudikan robot menjadi detektif dadakan dll) yang membuat peran orang tua di sekitarnya jadi tampak tak lebih dari figuran yang hanya menonton, kan kebalik, normalnya kan orang dewasa yang turun tangan dan anak kecil berkerumun mengegilingi lokasi kejadian (mimin pasti sering nih :v)

Kenapa Ini Aneh?

Oke, seberapa besar dan parahnya sebuah kasus pasti akan berpengaruh kepada siapa dia akan dipercayakan, meskipun kalian pada pintar-pintar, pihak berwenang nyaris tak mungkin mempercayakan sebuah kasus/misi kepada orang yang tak begitu dikenalnya, jaganlah berpijak pada film-film dimana orang datang tiba-tiba dan mengaku mampu menyelesaikan sebuah kasus lalu polisi mengangguk-ngangguk melihal anak itu menjelaskan sebuah kronologi.

Kenapa Ini Terjadi (Secara Teknis)

Kita akui, untuk membuat sebuah cerita yang menarik, sutradara tentunya memerlukan serangkaian adengan yang mampu menonjolkan sang karakter utama sampai ke titik maksimal, jika main chara hanya nonton kayak orang biasa apa serunya coba? minimal orang dekat dari main chara yang terlibat (anak/remaja juga pastinya) jika cerita di buat selogis mungkin, hampir-hampir tak akan ada yang nonton, untuk apa coba nonton hal yang nyaris tidak ada bedanya dengan kehidupan no life kita? (curhat)

Kenapa Ini Terjadi (Secara Pola Pikir)

Terkadang teknik ini dipakai untuk memancing tensi dari penonton. Misalnya membuat sang karakter nampak cerdas karena biasanya dia di remehkan dan sebagainaya ternyata sangat cerdas super sakti mandraguna,

Atau ketika dua sisi yang bersebrangan beradu, penonton akan penasaran secara sekilas siapa yang kalah dari duel mereka. Sayangnya beberapa aplikasi teknik ini terkesan seperti dilakukan tanpa alasan (selain untuk menghemat animasi).

tapi harus di akui evangelion is awesome

Apa yang Coba Diperlihatkan Sutradara?

Dalam sebagian kasus, hal ini hanya untuk kepentingan dramatis dan kesan keren dalam sebuah cerita dan menonjolkan peran main chara, tapi pada sebagian kasus juga, teknik ini di bungkus dalam jalan cerita yang beralasan serta menggunakan logika yang cukup masuk akal (bagi anime)

Kita sebagai penonton diminta untuk bisa dengan lebih baik lagi untuk mendalami maksud dari sebuah cerita dan menarik benang merah darinya dan sedikit-sedikit menirukan kejadian tak masuk akal ini ke dunia nyata (chunnibyou)

Dlam artikel ini Saya tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa, saya hanya bermaksud menyalahkan kalian semua.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/u5751891/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008